Wednesday, July 27, 2011

Gedung Seamolec

Tampak Luar
 Tampak Dalam
Maaf nih, tugas ini kelupaan. jadi aja sangat banyak kekurangan

Friday, July 15, 2011

Friday, July 8, 2011

Tugas

Nama : Ibrahim Ahmad
Cloud Computing
A.      Pengertian
Cloud computing adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yang jauh untuk menjaga/mengelola data dan aplikasi , ada juga yang berpendapat tentang definisi ini adalah:
-          Wikipedia mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”.
-          Gartner mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
-          Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
   
Agar lebih mudah membayangkannya, silahkan lihat ilustrasi pada gambar di bawah.


B.     Kegunaan dan kelebihannya
Cloud computing mengacu pada penyediaan sumber daya komputasi on demand melalui jaringan komputer. Karena awan/cloud adalah mekanisme pengiriman yang mendasari, awan dan layanan berbasis aplikasi dapat mendukung semua jenis aplikasi perangkat lunak atau layanan yang digunakan saat ini. Cloud computing memanfaatkan jaringan sebagai sarana untuk menghubungkan perangkat pengguna akhir (end point) untuk sumber daya yang terpusat di pusat data. Pusat data dapat diakses melalui internet atau jaringan perusahaan, atau keduanya.
Selain kegunaan diatas ada beberapa kegunaan lainnya, diantaranya:
Tanpa Investasi Awal 
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasi yang signifikan di awal.
Ini sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula (startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.
Tanpa model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan.
Mengubah CAPEX menjadi OPEX 
Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua masih seputar keuangan.
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX).
Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.
Lentur dan Mudah Dikembangkan 
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan. Perhatikan gambar di bawah untuk melihat beberapa skenario kebutuhan bisnis. 





Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak datar-datar saja.
Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana penggunaan TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang pada akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan.
Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI juga harus mengikuti.
Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.






Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun. 




Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat “peak time” tersebut.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
C.      Kekurangan cloud computing

Secara  umum  cloud  computing  adalah  segala  sesuatu  yang melibatkan  suatu penempatan  layanan  melalui  internet. Disamping manfaat dari cloud computing ada juga beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan anda untuk tidak mengadopsi sistem cloud computing ini. Dibawah ini adalah beberapa hal diantaranya.
koneksi internet yang konstan, bila anda tidak memiliki koneksi internet tentu saja itu merupakan hal yang mustahil bagi anda yang ingin menggunkan sistem tersebut.
Sistem cloud computing juga tidak dapat bekerja dengan koneksi internet yang lambat. Sebuah koneksi internet yagn lambat seperti layanan dial-up, dapat membuat cloud computing menjadi kurang bagus dan hampir mustahil untuk dilakukan. Applikasi web base memerlukan banyak bandwith untuk menjalankannya. Bila anda memiliki bandwith yang kecil akan sangat lama sekali bagi anda untuk mengganti sebuah halaman situs ke halaman yang lainny.
Dapat melambat. Bahkan walaupun anda telah menggunakan koneksi internet yang cepat sekalipun applikasi berbasis web kadan bisa menjadi lambat untuk di akses , sama saja seperti applikasi lain yang anda gunakan pada komputer anda. karena proses pengiriman informasi sebuah program dari interface ke pusat apalagi di lakukannya di cloud bisa saja mendapatkan beberapa gangguan.

D.      Jenis-jenis Layanan Cloud Computing

Saat ini sudah ada beberapa vendor yang menberikan beberapa jenis layanan cloud computing, dan secara fisik sumber daya komputasi berada di data center mereka. Kita sebagai pelanggan cukup mengkonsumsi sumber daya komputasi tersebut melalui internet tanpa mengetahu secara detail lokasi maupun server sumber daya komputasi yang kita gunakan.
Berikut ini adalah beberapa jenisi layanan untuk cloud computing:
-          Software as a service (SaaS) sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud computing melaui yahoo mail, hotmail, googlesearch, bing, atau MSNmessenger. Contoh lainnya yang cukup popular adalah googledocs.
-          Platform as a service (PaaS) pada PaaS, kita membuat aplikasi sendiri software yang kita inginkan termasuk skema database yang diperlukan. Skema tersebut kemudian kita deploy ke server-server milik penyedia jasa PaaS.
-          Infrastruktur as a service (IaaS) pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti processor, memory, dan storage yang sudah tervitualiasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memansang aplikasi di atasnya. Pemilihan siistim operasi, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.

Perbedaan antara SaaS, PaaS, dan IaaS
-          Pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedia layanan cloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yang di sediakan.
-          Pada PaaS, penyedia layanan bertanggung jawab mengelola networking hingga runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertangung jawab membuat aplikasi dan juga skema databasenya.
-          Pada IaaS, penyedia layanan bertanggung jawab pada networking hingga virtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab pada system operasi.

E.       Karakteristik cloud computing

Cloud computing yang ideal memiliki 5 karakteristik sebagai berikut:
1. On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui  mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2. Broad Network Access 
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. Resource Pooling 
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4. Rapid Elasticity 
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service 
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan  cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

F.       Kesimpulan

Cloud computing sudah hadir saat ini, termasuk di Indonesia. Jadi, cloud computing bukanlah sebuah hype, melainkan sudah menjadi kenyataan dalam dunia TI.
Bukan berarti kita semua langsung harus berpindah saat ini juga: pada kenyataannya cloud computing bukanlah untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut.
Oleh karena itu, carilah penyedia layanan yang dapat memberikan saran yang tepat dan terbaik bagi kebutuhan anda. Kesuksesan penggunaan cloud computing akan sangat ditentukan oleh kemampuan penyedia layanan dalam memberikan layanan yang tepat dan terbaik bagi pelanggan.

DAFTAR PUSTAKA
Sumber: http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/software/2022693-definisi-cloud-computing/#ixzz1RZZLirP6
http://nurmanto.com/pengertian-cloud-computing/
http://binainsani.ac.id/berita.php?id=78
http://www.ekurniawan.net/artikel-it/jenis-jenis-layanan-cloud-computing.html
http://tambah.info/berita/komputer-bisnis/565-mengenal-lebih-dekat-cloud-computing
: http://islam-download.net/tips-tricks/internet-tips-tricks/kekurangan-pada-cloud-computing.html

Wednesday, July 6, 2011

Profile

1.     Nama : Ibrahim Ahmad
Jurusan Sebelumnya : Rekayasa Perangkat Lunak
Jurusan Di Program D1 : Tehnik Komputer Jaringan
Sekolah : SMK TI Pembangunan Cimahi
2.     Target Dalam Satu Tahun Mendatang (Pada Juni 2012)
- Lulus Program D1
- Memiliki Produk Untuk Animasi Dan Game
- Mahir Dalam Komputer Jaringan
3.     Target Dalam Tiga Tahun Mendatang (Pada Juni 2014)
- Sudah Memiliki Pekerjaan Tetap
4.     Target Dalam Lima Tahun Mendatang (Pada Juni 2016)
- Dapat Memiliki Kendaraan, Tempat Tinggal
5.     Dan Target Pada Tahun 2018 Saya Ingin Memiliki Perusahaan Sendiri